Untuk STANDARD AQIS

PT. Jessindotama Lintas Bahari telah memiliki nomor AFASID 0088 yang telah diakui oleh Badan Karantina Pertanian (BARANTAN) Departemen Pertanian dan juga oleh pihak Negara Australia, New Zealand, Canada dan negara-negara AFAS.

Pekerjaan Fumigasi ini dilakukan oleh teknisi yang telah berpengalaman dan memiliki sertifikat fumigator yang diakui oleh pihak Badan Karantina Pertanian (BARANTAN) Departemen Pertanian.

   
 

FUMIGASI
Adalah suatu tindakan perlakuan (atau pengobatan) terhadap suatu komoditi dengan mengunakan fumigant tertentu, didalam ruang kedap udara, pada suhu dan tekanan tertentu.
FUMIGANT
Adalah suatu jenis pestisida (obat pembasmi hama) yang dalam suhu dan tekanan tertentu berbentuk gas, dan dalam konsentrasi serta waktu tertentu dapat membunuh hama (organisme pengganggu).
1.
Undang-undang No.16 tahun 1992 Jo. PP. No.14 tahun 2002;
2.

Surat Keputusan Menteri Pertanian No.271/Kpts/HK.310/4/2006 tgl.12 April 2006;

3.

Kep. Menteri Pertanian no.217/Kpts/HK.310/4/2006 tgl.12-04-2006;

4.
Notice to Industry dari Pemerintah Australia No. 50/2005-06 dan no. 51/2005-06;
5. SE. Barantan no. 1162.a/PO.540.240/L.3/6/06 tgl.30-06-2006;
6. SE. Balai Besar KT. Tg. Priok no.756/KT.270/L.3.A.2.003.00/08/07 tgl. 20 Agustus 2007 dan no.829.a/KT.240/L.3.A.2.003.00/09/07 tgl. 07 September 2007;
7. Peraturan Menteri Perdagangan RI no. 51/M-DAG/PER/12/2007 tgl. 28 Des. 2007
Ringkasan:
Tindakan perlakuan termasuk FUMIGASI, merupakan kewenangan (kompetensi) pemerintah. Dalam hal pelaksanaan fumigasi dilakukan oleh Pihak Ketiga (swasta), maka hanya boleh dilakukan oleh Perusahaan fumigasi yang sudah di REGISTRASI Pemerintah (dalam hal ini oleh Badan Karantina Pertanian Dep. Pertanian)
 

FUMIGASI PRESHIPMENT

 
1.
Fumigasi merupakan salah satu persyaratan ekspor sesuai ketentuan internasional yang tertuang dalam berbagai kesepakatan bersama, diantaranya dalam International Plant Protection Convention (IPPC) yang direcomended oleh badan perdagangan dunia (WTO).
2.
Karena sifat yang khusus dari bahan fumigant yang digunakan (jenis obat/pestisida berbentuk gas), maka diperlukan durasi (periode waktu) dalam pelaksanaannya dengan maksud agar bahan fumigant tersebut dapat meresap (penetrasi) secara sempurna dalam setiap komoditi yang di fumigasi. Untuk itu, dalam setiap pelaksanaan fumigasi akan diawali dengan gas in (pelepasan gas) dan diakhiri dengan gas out (aerasi atau kegiatan untuk menetralisir agar tidak ada residu gas beracun dalam komoditi tersebut).
3.
Yang perlu diingatkan kepada seluruh eksportir adalah, jangan biarkan komoditi anda di re-fumigasi (atau terkena claim) di negara tujuan hanya karena tidak di fumigasi pada saat akan dikirim keluar negeri.
 
 
International Standart for Phytosanitary Measures
1.
ISPM # 15 adalah standar perlakuan / pengobatan yang berlaku secara internasional terhadap setiap kemasan kayu (box, peti, palet, dunnage, dsb.) yang akan digunakan sebagai bahan pendukung ekspor. Kesepakatan tersebut tertuang dalam berbagai ketentuan yang diatur oleh Badan Dunia setingkat IPPC (International Plant Protection Convention) yang disepakati Badan Perdagangan Dunia (WTO).
2.
Ada dua jenis tindakan perlakuan yang diperbolehkan, yaitu Fumigasi dan Heat Treatment tergantung permintaan negara tujuan.
3.
Setiap produk kemasan kayu yang sudah diberi perlakuan, akan diberi tanda atau marking dan labelling.
4.
ISPM # 15 dilaksanakan oleh suatu perusahaan produk kemasan kayu (provider) yang sudah teregistrasi resmi pemerintah (ID Number). Perusahaan ini terlepas dari perusahaan fumigasi.
5.
Tarif biaya produksi kemasan kayu disesuaikan dari jenis, volume, serta ukuran kemasan kayu yang akan diproduksi. Biaya ini terlepas dari biaya fumigasi.
6.
Untuk kemasan kayu yang dibuat oleh pelanggan sendiri, akan direcek oleh petugas ISPM # 15 dan hanya dikenakan biaya marking/labelling sesuai tarif standar yang berlaku.
7.
Seperti halnya fumigasi, maka setiap tindakan ISPM # 15 juga akan diterbitkan sertifikat ISPM # 15
 
 
1.

Phytosanitary Certificate adalah Surat Keterangan Kesehatan Tanaman (produk yang berasal dari tumbuhan seperti kayu/palet/box, biji2an, umbi, dsb.) yang menyatakan bahwa produk tersebut bebas dari hama/penyakit tumbuhan berbahaya.

2.
Diterbitkan oleh UPT Karantina Tumbuhan setempat (untuk Jakarta, Balai Besar Karantina Tumbuhan Tanjung Priok-Badan Karantina Pertanian-Dep.Pertanian).
3.
Biaya yang dipungut merupakan tarif resmi pemerintah sebagai penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Biaya tersebut adalah murni biaya penerbitan PC dan terpisah dari biaya fumigasi.
 
   
   
Copyright © 2007 PT. JESSINDOTAMA LINTAS BAHARI All right reserved.
Indonesian Version English Version